Indonesia memiliki ratusan gunung, baik gunung yang masih berapi atau yang sudah tidak aktif lagi. Aktivitas hiking semakin banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Tujuan kita naik gunung di antaranya mau melihat indahnya ciptaan tuhan. Ada juga beberapa rekan pendaki yang punya tujuan penelitian, pendidikan dasar, personal testing, & patriotisme (ala film 5 cm). Nah berikut ini tips untuk teman-teman yang suka hiking atau mendaki gunung:

 

Persiapkan aktivitas hiking dengan matang

  1. Buat kita yang suka pernah mendaki gunung, baik pribadi atau bersama organisasi pecinta alam sekalipun sebaiknya lebih matang dalam mempersiapkan aktivitas pendakian
  2. Siapkan alat-alat pendakian yang diperlukan misalnya sepatu atau sandal gunung yang sesuai, pakaian yang sesuai, bekal makanan & minuman yang cukup, peralatan memasak, tenda, pakaian ganti seperlunya, obat-obatan pribadi, senter, kompas, serta alat navigasi lainnya
  3. Pastikan kondisi fisik yang prima dan tidak memaksakan pendakian ketika tubuh tidak fit. Memaksakan diri justru akan menambah beban tubuh dan bisa memperburuk keadaan fisik
  4. Lakukan latihan fisik sebelum melakukan pendakian. Misalnya disiplin melakukan jogging 2 kali seminggu paling tidak 7 KM supaya tidak ngos-ngosan saat mendaki. Ada perjuangan berat mendaki bukit curam, berbatu, jalan berdebu, kubangan berlumpur dan licin, atau semak berduri yang harus dilewati ketika mendaki
  5. Semua itu dilakukan di tempat yang indah sekaligus penuh dengan risiko, maka naik gunung harus selalu memperhitungkan resiko, memperhitungkan cuaca, jarak tempuh, grade gunung, equipement yang sesuai standar pendakian, kemampuan fisik tim pendakian, makanan yang penuh nutrisi, knowledge dan skill anggota tim, kualitas leadership ketua pendakian.

 

Mendaki bersama tim

  1. Sebaiknya melakukan pendakian bersama tim. Jika mendaki dengan tim maka kesempatan untuk survive lebih besar karena bisa sharing makanan, adanya sense of security yang lebih besar serta lebih banyak alternatif solusi untuk mencari pertolongan jika terjadi hal yang tidak diinginkan
  2. Pastikan dalam tim terdapat orang yangg dianggap lebih “expert”
  3. Jikapun teman-teman pernah naik gunung dan diminta oleh teman untuk ikut mendaki bersama, maka sebaiknya teman-teman menanyakan pada diri sendiri apakah kita sanggup dan yakin bisa membawa orang mendaki gunung, siap bertanggungjawab bila terjadi sesuatu dan aspek lainnya

 

Lakukan hiking di musim yang tepat

  1. Pendakian akan lebih tepat dilakukan ketika musim kemarau karena resiko terjadinya kecelakaan, cuaca buruk dan hal negatif lainnya lebih sedikit. Bagi sebagian komunitas, pendakian di musim hujan akan lebih pas muntuk “menguji” materi pendidikan dasar tentang pendakian yang sudah diajarkan. Meskipun sebaiknya pendakian dilakukan di musim kemarau karena cuaca jauh lebih mendukung, bersahabat, dan aman
  2. Pendidikan dasar sejatinya adalah pengenalan, maka dari itu sebaiknya dilakukan pada kondisi alam yang kondusif, cuaca cerah, dan ada matahari. Dengan begitu penyampaian materi seperti survival skill, navigasi darat & orienteering, bisa tersampaikan tanpa terganggu hujan badai
  3. Di musim hujan lebih sering tertutup kabut, beberapa gunung punya jalur yang lebar, jelas dan sering dilalui. Sedangkan beberapa gunung track nya cuma jalan setapak kecil, itupun rimbun oleh semak-semak yang makin subur saat musim hujan. Dengan demikian, risiko orang celaka, jatuh sakit, nyasar, hilang, atau bahkan meninggal di gunung meningkat pada saat musim hujan

 

Tidak melakukan vandalisme alam ketika mendaki

  1. Pastikan teman-teman membawa kantong sampah dan membawa kembali sampah tersebut ketika turun
  2. Pastikan teman-teman tidak mengambil atau membunuh hewan atau tumbuhan, kecuali jika membahayakan, merusak situs alam atau menyalakan api tanpa lupa memadamkannya

 

*Tips ini dikembangkan oleh Adjie Hasan, blacktrailers yang memiliki hobi hiking. Berbagai gunung yang telah didaki seperti Gunung Semeru, Gunung Cikurai, Gunung Rinjani dan bebera gunung lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera.