Indonesia memiliki ratusan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Nah, mengunjungi dan berinteraksi dengan mereka tentu akan memberikan kesan dan pengalaman hidup tersendiri. Beberapa kelompok manusia secara arif memilih tetap setia pada tradisi. Mempertahankan nilai dari kebiasaan warisan nenek moyangnya. Komunitas adat di Indonesia memaknai hidup secara berbeda tapi memberikan pelajaran yang sama bernilai. Going native is learning the essence of life. Berikut ini adalah tips tentang going native yang teman-teman bisa jadikan referensi:

 

Pahami suku atau komunitas adat yang akan dikunjungi

  1. Beberapa komunitas adat di Indonesia membuka diri utk datangnya tamu dan menjadi destinasi wisata yang memperkenalkan tradisi mereka. Beberapa komunitas adat kini menjadi wisata alternatif, untuk memahami dan belajar bgaimana alam dapat bersinergi dengan budaya manusia.
  2. Beberapa di antara mereka secara lokasi dapat ditempuh karena akses yang mudah. Namun, beberapa yang lain harus ditempuh lewat medan yang ekstrim: rimba belantara hingga laut lepas. Suku Laut misalnya hidup di perairan Laut Cina Selatan, Kepulauan Riau. Tepatnya di Dapur Anam, Pulau Abang, Batam
  3. Komunitas adat kini berada di masa transisi. Kemajuan jaman menuntut mereka memilah budaya yang masuk lebih selektif. Menerima teknologi atau budaya baru adalah hak & pilihan setiap manusia termasuk komunitas adat. Namun mempertahankan tradisi yang jadi identitas merupakan sebuah tanggung jawab bagi mereka
  4. Penting untuk memahami bagaimana budaya mereka, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika mengunjungi mereka sehingga kita bisa mempraktekkan ‘dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’

 

Belajar kearifan komunitas adat

  1. Komunitas adat memiliki kearifan lokal misalnya yang mengatur bagaimana hubungan antara manusia dengan alam dan makhluk lainnya. Sangat menarik untuk bisa mempelajari hal ini dan menggunakannya untuk kearifan hidup. Berikut ini adalah beberapa contoh kearifan lokal komunitas adat di Indonesia:
  • Sempatkan singgah dan tinggalah bersama Suku Laut dan simak bagaimana seekor ikan dimaknai sebagai berkat kehidupan serta bagaimana kesederhanaan hidup, satu perahu di tengah laut lepas jadi modal mendidik anak mandiri dan berani
  • Di Sintang, Kalimantan Barat misalnya terdapat rumah betang yag masih lestari (rumah panjang khas suku Dayak) miliki Suku Dayak Desah. Terdapat sekitar 25 KK yang tinggal bersama di dalamnya. Di sini, kekuatan komunitas dibangun dari kebersamaan. Tinggal dalam satu atap menguatkan solidaritas komunitas
  • Jelajahilah rimba di Sumatera. Di Bukit 30, singgahlah di Suku Talang Mamak. Di Bukit 12 ada Suku Anak Dalam yang nomadic. Terpukaulah dengan persahabatan manusia & binatang di Talang Mamak. Di sini beruang pun jadi peliharaan dan mereka menghargai alam sebagai rumah sendiri yang perlu dijaga kelestariannya

 

  1. Ceritakanlah pengalaman dan pembelajaran teman-teman ketika mengunjungi komunitas adat kepada orang lain, sehingga mereka juga terinspirasi. Banyak dari teman kita lainnya tidak memiliki kesempatan untuk datang langsung mengunjungi komunitas adat sehingga sharing semacam ini sangat membantu mereka.

 

*Tips ini dikembangkan oleh Farli Sukanto, blacktrailers yang sering melakukan going native. Farli pernah bekerja sebagai awak media televisi dan meng-handle program ethnic runaway di salah satu stasiun televisi nasional.