“Travelling Makes Us Happy” ~ Anonim

 

Salam responsible travelling!

Senang kami bisa menyapa teman-teman traveller lagi dalam kesempatan ini. Kutipan di atas mungkin jarang sekali kita dengar, namun mungkin sering kita rasakan. Ya, jalan-jalan atau travelling membuat orang senang, baik para pejalan maupun orang yang tinggal di destinasi wisata yang pejalan tersebut tuju. Pariwisata memang memberikan dampak positif yang sangat besar, tanpa mengesampingkan dampak negatif yang juga ditimbulkannya. Perputaran uang, manusia, barang dan jasa memberikan kontribusi yang berarti untuk perkembangan ekonomi dan kesejahteraan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Ambil contoh, bahwa wisata gunung yang menyajikan hamparan pemandangan alam yang luar biasa. Penduduk sekitar adalah mayoritas petani. Keberadaan pariwisata membuat orang tahu, kenal dan akhirnya memutuskan untuk datang ke wilayah tersebut. Pasar pun tercipta, industri pendukung pun tumbuh mulai dari makanan minuman, jasa parkir, jasa tiket wisata, jasa penginapan dan lainnya. Sungguh rangkaian yang indah yang terjalin terus menerus dan memberikan kemanfaatan yang besar bagi siapapun. Pejalan senang telah menikmati pemandangan alam, sedang penduduk lokal juga senang karena adanya tambahan pendapatan yang mereka dapat. Di tataran lain, pariwisata mendorong adanya interaksi antar manusia. Pertukaran informasi bahkan ide membuat mereka saling memahami satu sama lain. Adanya pemahaman bersama atau mutual understanding yang menjadi dasar bagi tumbuhnya rasa roleransi dan perdamaian dunia. Sungguh indah tentunya.

.

Indonesia merupakan negara dengan destinasi wisata yang sangat lengkap meliputi alam, budaya, sejarah, belanja, kuliner, minat khusus dan lain sebagainya. Surga pariwisata di khatulistiwa ini tidak hanya ada dan tersedia untuk dinikmati oleh 250 juta jiwa lebih negeri ini, namun juga oleh penduduk seluruh dunia. Sektor pariwisata telah terbukti memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara terbesar. Berbagai pusat pariwisata telah mendunia seperti Bali dan Yogyakarta, yang diikuti oleh berbagai destinasi wisata baru. Industri pariwisata dan industri pendukungnya terus berkembang. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, pada tahun 2015 disebutkan bahwa jumlah wisatawan nusantara/ dalam negeri adalah lebih dari 208 juta pejalan. Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara adalah lebih dari 8 juta pejalan. Total uang yang dibelanjakan mencapai Rp224,68 triliun dengan perhitungan pengeluaran per perjalanan setiap wisnus sebesar Rp 880.925,00. Besar sekali tentunya perputaran uang dan mobilitas manusia ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa pariwisata, yang tidak dikelola dengan baik, juga akan menimbulkan dampak negatif. Dampak tersebut misalnya masalah sampah, air, berbagai tindakan kriminal, terancamnya budaya lokal, kerusakan alam serta bentuk vandalisme lainnya. Hal ini tentu perlu diminimalisir atau bahkan dihilangkan sama sekali. Menjadi tanggung jawab kita bersama, para pejalan untuk mewujudkannya.

.

Kami melihat bahwa para pejalan bisa menjadi agent of change untuk mewujudkan pariwisata Indonesia bahkan dunia yang lebih baik. Atas dasar ini pula, komunitas Blacktrailers #JalanJalanBaik diinisiasikan. Komunitas ini ingin menjadi wadah bersama kolaborasi dan partisipasi bagi para pejalan yang ingin memberikan kemanfaatan untuk bersama. Kemanfaatan apa yang dimaksud? Kemanfaatan yang dapat dihasilkan melalui pejalan yang bertanggungjawab yang selalu menghormati keberadaan manusia dan alam serta aspek lain di destinasi wisata yang kami tuju, atau dimanapun kami berada. Kami percaya bahwa para pejalan ini adalah the messenger of peace and prosperity. Ya mereka adalah orang-orang yang bisa mewujudkan dunia yang lebih indah dan damai melalui pariwisata. Komunitas ini adalah komunitas yang terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang latar belakang sosial budaya. Semua dapat bergabung dan bersama melakukan perubahan dengan cara sederhana. Berbagai program telah dan akan dilakukan oleh komunitas ini ke depannya. Kami melihat bahwa aspek kualitas dan kuantitas dari program yang dijalankan adalah penting, namun yang lebih penting lagi adalah aspek keberlanjutan. Kami berharap agar program yang kami jalankan akan terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih besar ke depannya. Akhirnya kami berterima kasih kepada seluruh pejalan yang ikut serta membentuk dan mengembangkan komunitas ini. Serta kepada semua pihak yang ikut serta dalam mewujudkan visi dan misi mulia kami bersama. Mari wujudkan pembangunan pariwisata dan budaya Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan 🙂