Dengan lebih dari 500 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, Indonesia memiliki beragam destinasi wisata baik itu yang sifatnya alam, budaya, kuliner, sejarah ataupun minat khusus. Destinasi-destinasi wisata ini keberadaannya tentu perlu dipublikasikan dan disosialisasikan dengan berbagai cara baik yang bersifat fisik maupun sosial media. Berbicara tentang promosi, maka tidak bisa dilepaskan dari peran serta duta wisata.

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki duta wisata. Duta wisata ini adalah anak-anak muda seusia SMA/ universitas dan sederajat yang dipilih melalui kompetisi dengan penilaian tertentu. Penilaian tersebut didasarkan pada pakem brain, beauty dan behavious seperti kontes pemilihan serupa. Namun tentu juga ada parameter lain yang dinilai oleh para dewan juri. Duta wisata ini dipilih berjenjang mulai dari level kabupaten kota berlanjut ke level provinsi kemudian berlanjut ke level nasional. Di level nasional, ada pemilihan nasional yang bertajuk Pemilihan Duta Wisata Indonesia yang diadakan oleh Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo).

Adapun secara umum, peran duta wisata ini adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan pendataan atas kekayakaan destinasi wisata dan budaya
  2. Melakukan sosiasilasi keberadaan destinasi wisata baik ke internal maupun eksternal
  3. Mempromosikan kebutuhan untuk menjadi pejalan yang bertanggungjawab
  4. Mengembangkan strategi pengembangan dan promosi destinasi wisata yang kreatif dan inovatif
  5. Mempromosikan kecintaan untuk berwisata di dalam negeri

Nah, istilah duta wisata di berbagai daerah itu bermacam-macam. Istilah ini biasanya digali dari bahasa dan kearifan lokal. Berikut ini adalah istilah duta wisata di berbagai provinsi di Indonesia:

 

Sumatera Utara : Jaka & Dara

Sumatera Barat : Uda & Uni

Jambi : Bujang & Gadis

Riau : Bujang & Dara

Kepulauan Riau : Teruna & Dara

Sumatera Selatan : Bujang & Gadis Sriwijaya

Kep Bangka Belitung : Bujang & Dayang

 

Banten : Kang & Nong

DKI Jakarta : Abang & None

Jawa Barat : Mojang & Jajaka

Jawa Tengah : Mas & Mbak

DI Yogyakarta : Dimas & Diajeng

Jawa Timur : Cak & Ning

 

Bali : Jegeg & Bagus

Nusa Tenggara Barat : Terune & Dedare

Kalimantan Barat : Bujang & Dare

Kalimantan Tengah : Jagau & Kameloh

Kalimantan Timur : Putra & Putri

Kalimantan Selatan : Nanang & Galuh

Sulawesi Selatan : Daeng & Dara

Gorontalo : Uti & Nou

Sulawesi Utara : Nyong & Noni

Maluku : Jujaro & Mungare

 

Nah, banyak sekali bukan. Teman-teman bisa mendapatkan informasi destinasi wisata di daerah mereka masing-masing jika ingin berkunjung ke provinsi, kabupaten atau kota terkait. Cukup hubungi mereka melalui sosial media untuk menanyakan hal-hal tersebut.

 

Menjadi Pejalan Bertanggungjawab (Responsible Traveller)

Di tengah kebutuhan traveling yang menjadi primer, maka hal ini perlu dibarengi dengan kesadaran untuk menjadi pejalan yang bertanggungjawab (responsible traveller). Dengan demikian, pariwisata yang kita lakukan memberikan dampak yang baik tidak hanya bagi kita sendiri namun juga orang lain. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan:

  1. Menghormati keberadaan masyarakat lokal di destinasi wisata
  2. Meminta izin apabila ingin mengabadikan foto, video atau bentuk dokumentasi lainnya
  3. Menjaga ketertiban di destinasi wisata sehingga tidak mengganggu pejalan yang lain dan juga warga lokal
  4. Menjaga kebersihan dan tidak melakukan vandalisme dalam bentuk apapun
  5. Memetik pelajaran dari destinasi yang dikunjungi dan memberitahu orang lain akan kebaikan itu
  6. Membeli dari orang lokal dengan demikian dapat membantu dan berkontribusi ekonomi kepada mereka
  7. Menghormati dan melestarikan adat, tradisi dan budaya
  8. Cara-cara lainnya

Komunitas Blacktrailers ingin ikut serta dalam mempromosikan semangat responsible travelling ini. Semoga apa yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, sehingga jalan-jalan kita bisa menjadi lebih bernilai dan bermakna. Terima kasih.